Yogyakarta, 17 April 2008
Entah dorongan darimana, lalu membuka blog catatan harian ini, dan melihat posting terakhir di tanggal 20 Februari 2008, sudah hampir dua bulan ternyata saya menelantarkan blog ini. Ada sedikit ketakutan blog ini bisa menimbulkan pro-kontra akibat cerita-cerita saya. Saya bahkan pernah berpikir untuk menghapus saja blog ini. Tapi entahlah, banyak pertimbangan yang juga harus say cermati dalam mengambil langkah bukan.
Sejujurnya saya tidak punya ide mau menulis apa kali ini. Bukan berarti tidak ada cerita-cerita yang menarik bagi saya untuk diceritakan. Apalagi yang berhubungan dengan pujaan hatiku. Sedikit demi sedikit saya makin mengenal dirinya, dia pun begitu ke saya. Ada hal yang dia sukai dari saya, namun ada juga yang tidak. Begitupun saya kepada dia. Dia kurang suka kebiasaan makan saya yang suka mengeluarkan suara seperti mengecap. Sejujurnya, saya pun tidak pernah menyadarinya. Dan untuk saya, jika hal itu juga buruk untuk saya, kenapa saya harus ragu untuk mengubah kebiasaan saya itu.
Mencintai itu bisa menerima apa adanya??? dulu saya percaya sekali dengan statement tersebut, tapi saya mulai berpikir hal tersebut sedikit naif, bahkan bisa terdengar bodoh. Sebagai contoh jika pasangan kita suka nge-drugs. Dan karena kita sangat cinta kepadanya, kita menerima dia apa adanya, dan membiarkan dia mati dan hancur perlahan karena drugs. Apa bisa kita dikatakan sayang dengan orang tersebut??? Cinta itu harusnya indah, rasa sayang itu seharunya menghidupkan. Besarnya rasa sayang dapat dilihat dari kepedulian terhadap pasangan, perhatian akan tiap detail yang terjadi pada pasangan kita. Saya jadi ingat, Inge sering mengingatkan saya untuk segera mencari bahan, menghadap dosen, agar tugas akhir bisa cepat selesai. Bahkan tidak jarang dia ngambek karena terkadang saya terkesan acuh tak acuh. Namun sebenarnya saya senang dan ikut terdorong untuk segera menyelesaikan tugas akhir saya. Setidaknya saya punya alasan yang kuat utk segera menyelesaikanya. Dan semoga saya tidak gagal lagi kali ini.
Alhamdulillah, kemarin pak Imam mengajukan permohonan saya untuk mengulang penulisan say lagi. Saya terharu beliau masih yakin dengan kemampuan saya, walau saya sendiri tidak yakin. Tanggung jawab dan keinginan menjawab kepercayaan yang diberikan oleh pak Imam mencadi semangat baru untuk benar-benar konsentrasi dan menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya.
Terima kasih ya Allah atas nikmat-Mu, dan orang-orang yang saya sayangi, mama, papa, oci, dan yg plg special "the one" ingequ. i love u.

Recent Comments